Yesus dan Allah
Yesus di dalam
Kekristenan juga dikenal dengan sebutan Yesus Kristus. Orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah
Anak Allah,
Tuhan,
Mesias, dan
Juru Selamat umat
manusia. Di dalam
Islam, Yesus (
bahasa Arab:
Isa) disebut sebagai Isa Almasih yang berarti Yesus yang terpilih, sering juga disebut sebagai Isa bin Maryam yang berarti Yesus putera dari perawan Maria
[1][2], pembawa
Injil, dan pembuat keajaiban, ialah salah seorang
nabi penting yang memiliki julukan
Ulul Azmi karena kesabaran dan ketabahannya yang luar biasa, namun Islam tidak mengajarkan bahwa Yesus itu ilahi. Sedangkan
Agama Yahudi menolak anggapan bahwa Yesus adalah seorang Mesias yang telah
dinubuatkan dalam
kitab suci mereka.
Nama
"Kristus" adalah gelar yang berasal dari
bahasa Yunani Χριστός (Christós), yang berasal dari
bahasa Ibrani ("
Mesias", berarti "yang diurapi" atau "yang terpilih")
Riwayat singkat
Meskipun masa kecilnya tidak diketahui (selain cerita kelahirannya dan kisah Yesus pada umur 12 tahun sedang mengajar di Bait Allah, Yerusalem), terdapat banyak informasi tentang tiga tahun terakhir hidupnya, khususnya minggu terakhir, dari keempat
Injil di
Alkitab serta tulisan-tulisan
Paulus dan murid-muridnya yang lain.
Pelayanan Yesus
Kedatangan Yesus di
nubuatkan oleh
Yohanes Pembaptis, yang mem
baptis Yesus di Sungai Yordan. Selama pembaptisan, Roh Allah, seperti seekor
merpati, datang pada Yesus, dan suara Allah terdengar. Menurut Alkitab, Roh membawa Yesus ke padang gurun di mana dia berpuasa selama 40 hari. Di sana, ia digoda Iblis. Kemudian Yesus pergi ke
Galilea, menetap di
Kapernaum, dan mulai memberitakan tentang
Kerajaan Allah, pada umur 30 tahun.
Umumnya pengajaran Yesus disampaikan dengan bercerita. Dia mengajarkan bahwa
Allah sendiri adalah Raja sejati, dan bahwa orang harus mengasihi Allah dan mengasihi sesamanya seperti yang diperintahkan oleh
Alkitab Ibrani kepada mereka. Yesus melakukan
mukjizat yang menunjukkan tanda-tanda kekuasaan Allah, seperti memberi makan pada orang lapar, mengubah air menjadi
anggur pada perkawinan di Kana, mnyembuhkan orang
sakit, dan membangkitkan orang mati. Ia juga mengusir roh-roh jahat dari orang yang kerasukan.
Yesus menunggang keledai ke Yerusalem, yang disambut oleh kerumunan orang-orang yang menghamparkan jubah mereka dan ranting-ranting bagiNya. Giotto,
1300
Yesus mempunyai dua belas orang, yang dikenal sebagai Dua Belas Rasul, yang dipilih dan dilatih untuk menyebarkan
Injil. Dia mempunyai beberapa pengikut, termasuk beberapa perempuan, tapi karena adat Yahudi, para murid perempuan tidak bisa bepergian ke tempat yang jauh.
Alkitab mengatakan Yesus menjadi terkenal. Dia pergi ke
Yerusalem, di mana banyak orang mengunjungi kota itu untuk merayakan
Hari Sabat. Ketika mereka mendengar bahwa dia akan datang, mereka menyambutnya seolah-olah dia adalah seorang raja. Mereka pikir mungkin ia akan membebaskan mereka dari kekuasaan
Romawi, tapi Yesus pergi ke Yerusalem dengan menaiki seekor keledai muda, sebagai tanda bahwa Ia datang dalam damai.
Yesus melakukan banyak hal yang membuat iri dan kemarahan bagi para pemimpin agama Yahudi. Dia sering menunjukkan ketidakpatuhan terhadap adat istiadat yang orang Yahudi telah pertahankan selama berabad-abad. Sebagai contoh, orang Yahudi tidak bekerja sama sekali pada hari Sabat atau hari ketujuh, karena merupakan hari yang kudus, tetapi Yesus sering menunjukkan ketidakpatuhan terhadap kebiasaan ini. Dalam Injil Yohanes, pasal 5, ada cerita Yesus menyembuhkan orang lumpuh. Yesus melihat seorang pria terbaring di atas kasur. Ia menyembuhkan orang itu, dan menyuruhnya untuk mengangkat kasur dan pulang. Membawa kasur pada hari Sabat adalah bekerja atau melakukan suatu pekerjaan, sehingga para pemimpin agama berdebat dengan Yesus tentang hal itu. Mereka kemudian mengawasi semua yang Dia lakukan, dan mengingat semua hal yang bertentangan dengan adat agama Yahudi.
Dalam Injil Markus, pasal 11, mengatakan bahwa ketika Yesus tiba di Yerusalem, ia pergi ke Bait Allah. Ia menjadi marah karena melihat orang-orang menjual segala sesuatu yang ada, dan pemberi pinjaman uang untuk menipu orang miskin. Yesus kemudian mengusir semua orang yang menjual barang-barang. Ia mengatakan bahwa para imam kepala dan ahli-ahli Taurat telah mengubah Bait Allah menjadi sarang penyamun karena mereka menghasilkan uang dari orang miskin dan merampas rumah dari perempuan miskin yang tidak memiliki cara lain untuk beribadah.
Yesus mati
Injil mengatakan bahwa para pemimpin
Bait Allah marah dan ingin membunuhNya. Mereka mengatakan kepada
Pemerintah Romawi bahwa Yesus ingin menjadi raja di negara ini dan mengambil alih kekuasaan. Gubernur Romawi berpikir bahwa Yesus harus dibebaskan. Namun Para pemimpin Yahudi berkata, "Jika Anda melakukannya, maka Anda bukan sahabat Kaisar!" (
Kaisar adalah penguasa Romawi.)
Jadi Gubernur mem
vonisNya dengan hukuman mati, yakni dengan cara di
salibkan. Ini adalah cara umum yang digunakan oleh orang-orang Romawi untuk menghukum mati pemberontak dan penjahat.
Jenazah Yesus dikuburkan dalam sebuah makam milik salah satu pengikutnya, yaitu
Yusuf dari Arimatea. Dia dimakamkan terburu-buru, karena sebentar lagi hari
Sabat, karena tidak ada yang bisa bekerja, dimulai ketika matahari terbenam.
Yesus bangkit dari kematian
Pada hari sesudah hari sabat, pagi-pagi subuh, para wanita datang untuk mencuci tubuh dan meminyakiNya dengan
ramuan dan
minyak wangi. Tetapi Injil mengatakan bahwa mayat Yesus sudah lenyap, dan
malaikat duduk di dekat kubur itu dan berkata "Dia telah
bangkit dari antara orang mati!".
Beberapa orang, seperti
Tomas muridNya awalnya meragukan kebangkitan Yesus. Namun Alkitab mengatakan bahwa lebih dari 500 orang, termasuk Tomas, melihat Yesus yang hidup kembali. Ada banyak kisah dalam Injil tentang apa yang Yesus lakukan setelah Ia dibangkitkan. Akhirnya,
Injil Lukas mengatakan bahwa Yesus membawa murid-muridNya ke sebuah bukit, di mana ia memberkati mereka dan menyuruh mereka untuk menyebarkan ajaran-Nya keseluruh dunia, dan kemudian awan turun, dan dia terangkat ke
surga.
Ajaran
Tindakan dan perkataan Yesus yang dicatat dalam Injil merupakan ajaran dasar Kekristenan. Yesus mengajar di
Galilea dan
Yudea, dengan pesan penyangkalan diri dan pengampunan dosa. Hukum utama yang Yesus ajarkan adalah
hukum Kasih, bahwa manusia harus mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia.
Ajarannya pada awalnya disebarkan oleh
keduabelas rasul Yesus, dan setelah Yudas digantikan oleh Matias. Paulus, seorang
Farisi yang mula-mula menganiaya pengikut Yesus, namun akhirnya bertobat dan menjadi pengabar Injil yang masyhur. Mula-mula ajarannya disebarkan di daerah Israel kepada kaum Yahudi, namun akhirnya juga kepada bangsa-bangsa lain bukan Yahudi, dimulai dari panglima Romawi,
Kornelius, hingga akhirnya merambah ke seluruh Asia Minor dan Afrika Utara, daratan Eropa Barat, Eropa Timur, Rusia, benua Amerika dan Australia, dan akhirnya ke Asia, sesuai dengan pesan terakhir Yesus untuk memberitakan Injil hingga ke ujung dunia.
Kekristenan
Hidup dan pengajaran seperti yang ditulis dalam Injil
Silsilah dan keluarga Yesus
Dari keempat Injil, hanya Matius
[14] dan Lukas
[15] yang menulis tentang silsilah Yesus. Silsilah Yesus dalam kedua Injil tersebut berbeda secara substansial,
[16] dan para penelaah kontemporer biasanya melihat silsilah ini sebagai konstruksi teologi.
[17] Secara lebih spesifik, beberapa ahli mengemukakan bahwa Matius ingin menitikberatkan kelahiran bayi Yesus pada garis keturunan keluarga kerajaan (menyebutkan nama Salomo), sementara silsilah Yesus menurut Lukas lebih difokuskan pada garis keturunan imam (menyebutkan Lewi).
[18] Jika ditelusuri, kedua silsilah ini memiliki titik temu yaitu
Raja Daud dan dari Daud dapat ditelusuri lagi hingga
Abraham. Kedua daftar silsilah ini identik dalam menyebutkan silsilah sejak Abraham hingga Daud, namun berbeda dalam silsilah sejak Daud hingga Yusuf. Matius memulai dengan
Salomo dan dilanjutkan dengan keturunan raja Yudea, hingga raja terakhir,
Yekhonya. Setelah Yekhonya, garis keturunan raja terhenti ketika bangsa Israel ditaklukan oleh Kerajaan Babilonia. Dengan demikian, Matius menggambarkan Yesus sebagai keturunan raja
Israel. Silsilah Yesus menurut Lukas lebih panjang dibandingkan menurut Matius; daftar ini menelusuri silsilah Yesus hingga
Adam serta menyebutkan lebih banyak nama antara Daud dan Yesus.
Yusuf, suami
Maria, muncul dalam penjelasan mengenai masa kecil Yesus. Namun demikian, Yusuf tidak disebutkan selama masa pelayanan Yesus.
Kitab-kitab dalam Perjanjian Baru seperti Matius, Markus, dan
Galatia menceritakan mengenai relasi-relasi Yesus, termasuk kata-kata yang seringkali diterjemahkan sebagai "saudara laki-laki" dan "saudara perempuan".
[19] Lukas juga menyebutkan bahwa
Elisabet, ibu Yohanes Pembaptis, adalah "sepupu" atau "saudara" Maria
[20], sehingga dengan demikian Yohanes adalah sepupu jauh Yesus.
Masa pelayanan Yesus
Yesus Kristus diyakini sebagai Domba Allah, seperti Yohanes Pembaptis pernah nyatakan (
Yohanes 1:29). Domba Paskah yang terakhir ini harus berumur satu tahun dan tidak bercela, seperti yang tertulis di Taurat (
Keluaran 12:5). Tentunya bukan Yesus Kristus yang berumur satu tahun yang dimaksudkan sebagaimana domba paskah sebelumnya dipilih dan dikurbankan, tetapi Yesus Kristus baru dianggap sebagai orang pada umur 30 tahun menurut kebudayaan Timur. Yesus Kristus mulai pelayanannya pada umur 30 tahun, dan masa pelayanannya kepada anak-anak Israel berakhir pada umur 31 tahun. Meskipun demikian, kebanyakan Kristen meyakini bahwa masa pelayanan Yesus Kristus bukan satu tahun. Yesus melayani di bumi sepanjang tiga sampai tiga setengah tahun.
Tujuan hidup Yesus
Markus mengatakan bahwa Yesus datang "untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (
Markus 10:45); Lukas mengatakan bahwa Ia dikirim untuk "memberitakan Injil Kerajaan Allah" (
Lukas 4:43); dan Yohanes menuliskan bahwa Yesus datang agar "supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal" (
Yohanes 3:15).
Kronologi kehidupan Yesus
Ada dua sudut pandang, yaitu sudut pandang menurut
Alkitab yang paling sering digunakan dan sudut pandang
Titianus, seorang sejarawan Yunani, yang jarang digunakan.
Menurut sudut pandang Alkitab, kronologi kehidupan Yesus dibagi menjadi empat:
1. Kelahiran Hingga Mulai Pelayanan
2. Pelayanan Selama 3,5 Tahun
3. Minggu Terakhir Sebelum Penyaliban
4. Pasca Kebangkitan Yesus
Interpretasi berbagai artis akan sosok Yesus
Kehidupan dan pelayanan
Yesus telah menjadi inspirasi bagi banyak orang yang mendorongnya untuk mengungkapkannya dalam berbagai bentuk seni, mulai dari seni lukis, seni pahat, hingga seni kontemporer seperti film layar lebar. Karya seni yang mula-mula berkembang di lingkungan Gereja adalah pembuatan
ikon orang-orang suci. Seni ikon ini berkembang sampai sekarang, khususnya di kalangan
Gereja Ortodoks.
Di barat, kehidupan Yesus diungkapkan dalam berbagai film, misalnya
King of Kings,
The Robe,
Jesus Christ Superstar,
Jesus of Nazareth,
Jesus of Monteral,
The Last Temptation of Christ,
The Gospel of John,
The Passion of the Christ, dll. Sebagian dari film-film ini, seperti "Superstar" dan "The Last Temptation" dianggap kontroversial karena memberikan penggambaran dan penafsiran yang berbeda dari yang lazim diterima khalayak. Sementara itu, "The Passion" dianggap kontroversial karena beberapa bagiannya dianggap memberikan tafsiran yang agak sensitif terhadap peranan orang
Yahudi dalam kematian Yesus, sementara penggambaran siksaan yang dialami Yesus dianggap terlalu berlebihan.
Allah
Dalam islam
- Al Malikul Mulk (Raja diRaja, Maharaja)
- Al Hayy (Maha Hidup)
- Al Muhyii (Maha Memberi Kehidupan)
Allah dalam Kristen
Umat
Kristen lebih menyukai kata
Tuhan dibanding kata Allah. Akan tetapi, terjemahan Bibel dalam bahasa Indonesia yang dinamakan sebagai "Al-Kitab", menggunakan kata "Allah" untuk "Tuhan Bapa". Jadi, Allah dalam Kekristenan sedikit berbeda dengan Allah dalam pengertian ajaran Islam. Secara pengucapan juga ada perbedaan dengan Allah dalam tradisi Islam. Allah dalam agama Kristen diucapkan dengan 'alah', bukan 'awlloh' seperti umat Islam ucapkan, Allah dalam tradisi Islam diucapkan dengan logat
bahasa Arab. Dalam Allah Kristiani terdapat 5 eksistensi mutlak:
1. Allah itu kekal Tanpa awal Tanpa akhir (keluaran 3:14, Ibrani 7:3, Wahyu 1:8, Wahyu 22:13)
2. Allah itu Esa (Ulangan 6:4, Yesaya 45:5,21, ;1 Timotius 1:17)
3. Allah itu tidak berubah-ubah (Maleakhi 3:6, Yakobus 1:17)
4. Allah itu Tidak ada persamaanNYA (Mazmur 86:8, Yesaya 40:25, II samuel 7:22)
5. Allah itu Mahakuasa, khalik langit dan bumi serta segala isinya yang kelihatan maupun tidak (Kejadian 1:1-31)
Tiga Kodrat Allah Dalam Iman Kristiani
Menurut iman kristiani Allah sebagai oknum/pribadi memiliki dalam diriNYA 3 (tiga) Kodrat KUASANYA atau Kodrat Ke-TUHANan-NYA, yaitu:
1. Mencipta: Kuasa Mencipta ini dalam
Perjanjian baru disebut oleh
Yesus dengan predikat
BAPA (Matius 11:25, lukas 10:21)
2. Berfirman: Kuasa berfirman (dan bertindak) ini dalam
Perjanjian baru disebut oleh
Yesus dengan predikat
ANAK (Yohanes 1:14, Yohanes 1:18, Matius 16:16)
3. Roh Allah:
Roh Allah yang berkuasa memelihara, mengayomi, membimbing dan menolong ini dalam
Perjanjian baru oleh
Yesus disebut dengan
ROH KUDUS (Yohanes 14:16-17, Yohanes 14:26, 15:26)
Sumber: wikipedia